Mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang tergabung di Kelompok o55 melakukan pemberdayaan masyarakat di Dusun Karangnongko, Desa Ngloro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul. Pemberdayaan tersebut dilakukan dengan melalui program utama maupun program bantu. Desa Ngloro memiliki luas wilayah 746.9905 hektar, yang pada lokasi di titik 110.492879 BT dan -8.058879 LS. Secara umum, penduduk Pedukuhan Karangnongko bermata pencaharian sebagai petani dengan membudidayakan berbagai komoditas, diantaranya palawija, padi, dan hewan ternak berupa sapi, ayam, dan kambing. Namun dari sekian banyak komoditas yang dibudidayakan adalah palawija yang menjadi komoditas unggulan yang ada di Pedukuhan Karangnongko. Jumlah penduduk Pedukuhan Karangnongko yaitu 3.309 jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga 300.

Dari hasil observasi di lapangan, kelompok KKN   menemukan beberapa kendala yang dihadapi oleh masyarakat. Ada 3 masalah utama, yang pertama tentang masalah kesehatan, dimana di dukuh tersebut tidak terdapat saluran pembuangan air limbah di setiap rumah. Masalah yang kedua tentang minimmnya kesenian budaya lokal yang dilestarikan di daerah tersebut, dan masalah terahir adalah kelangkaan benih.

Dari permasalahan itu, KKN-PPM Kelompok 055 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di Dusun Karangnongko, Ngloro membuat beberapa rencana program kerja yang bersangkutan dengan permasalahan yang ada di Pedukuhan Karangnongko, guna mengurangi permasalahan yang ada tersebut. Program utama untuk mengatasi kelangkaan benih adalah penyuluhan tentang benih kacang tanah dan pembenihan. Menurut Amrin Bayu ALi, sebagai ketua KKN-PPM 055, tema ini diambil karena masyarakat sedang dalam masa penanaman kacang tanah dan penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pembenihan sehingga kelangkaan benih dapat terselesaikan. Selain itu, untuk meningkatkat kecintaan dan ketertarikan anak-anak terhadap pertanian, maka dilakukan program penanaman benih kacang hijau yang diikuti oleh siswa-siswa TK Karangnongko. Keberhasilan dari kedua program ini mencapai 95%.

Jazaul Ikhsan sebagai DPL KKN-PPM kelompok 055 sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa peserta KKN. Mahasiswa telah memberikan bekal kepada masyarakat tentang pembenihan dan meningkatkan kepedulian/ketertarikan kepada pertanian melalui siswa-siswa TK di Karangnongko. Dengan kegiatan KKN-PPM ini diharapkan masyarakat lebih berdaya untuk menyelesaikan permasalahannya sendiri dan kegiatan pertanian yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat Dusun Karangnongko dapat dilestarikan di masa yang akan datang.