Persiapan Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang akan berlaga di Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2017 sudah mencapai proses finishing. Ajang Kontes yang akan diselenggarakan di Institut Technologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini akan dilaksanakan pada tanggal 16 – 21 Oktober 2017 mendatang di Lapangan Udara Raci, Pasuruan.

Ketua umum tim robot UMY, Bintang Surya Tiyatmojo bersama kedua anggotanya Khilmi Hermawan sebagai Programer dan Luthfi Ardiyanto sebagai Desain Grafis telah melewati seleksi tahap I dalam kontes ini. Tim Robot yang diberi nama Al-Mubarok_MK2 tersebut merupakan generasi kedua dalam tim robot Fakultas Teknik Elektro UMY. Setelah melewati seleksi tahap I maka setiap tim akan melewati seleksi tahap II tanggal 11-14 September 2017 yaitu berupa laporan progress dalam bentuk video dan laporan tertulis, hal tersebut merupakan seleksi tahap terakhir untuk dapat lolos pada pertandingan Ajang KRTI 2017.

Diakui Bintang, persaingan di KRTI 2017 ini akan semakin berat dibandingkan dengan tahun sebelumnya, karena tahun ini seleksi perlombaan akan semakin ketat dan jumlah peserta KRTI 2017 yang lolos untuk tahap II sebanyak 37 dari setiap peeguruan tinggi yang turun dalam kejuaraan tersebut.

“Kami optimis dapat bersaing pada KRTI 2017 ini dan semoga bisa jadi juara umum. Bisa mengharumkan nama UMY dan siap mengudara dengan kreatifitas yang kami hasilkan dari para Mahasiswanya” jelasnya

 KRTI 2017 ini mengusung tema “Menuju Kemandirian dan Pemanfaatan Teknologi Wahana Terbang Tanpa Awak”. Kontes ini memiliki empat divisi perlombaan, tim elektro UMY telah memilih salah satu divisi yaitu Vertical Take Off Landing (VTOL) untuk diikuti.

Divisi Vertical Take-off and Landing (VTOL) sebagai advanced level untuk pengembangan teknologi. Cara Penilaiannya yaitu setiap tim diberi kesempatan untuk menerbangkan wahananya secara fully-autonomous di suatu kawasan yang mewakili suatu area yang di dalamnya terdapat dua lokasi Survival Kits. Pertama terbang harus mencari muatan Survival Kits, kemudian mengirimnya ke lokasi tertentu. Selain itu wahana juga harus mengirim logistic ke tempat-tempat tertentu, diakhiri dengan landing ke posisi awal (HOME). Siapa yang tercepat dalam menyelesaikan suatu misi secara tuntas akan menjadi pemenang.

Sementara Dosen Pembimbing Kharisma Trinanda Putra , ST., M.T. juga melempar keyakinan kepada mahasiswa bimbingannya agar bisa mengapai hasil terbaik dalam event KRTI 2017. “Insyaallah bisa membuahkan hasil terbaik untuk Universitas kita tercinta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta khususnya Fakultas Teknik  Prodi Teknik Elektro,” ungkapnya.(jnd)