Pada Jum’at (18/01) mahasiswa Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Akhirul Kurniawan telah berhasil mempertahankan hasil Tugas Akhirnya  yang berupa perancangan dan pembuatan mesin pendorong alat tanam kedelai dengan roda rantai berbasis remote control dihadapan dosen pembimbing I Ir. Aris Widyo Nugroho, M.T., Ph.D, dosen pembimbing II Muh. Budi Nur Rahman, S.T., M.Eng dan Dosen Penguji Dr. Bambang Riyanta, S.T., M.T.

Proses pembuatan mesin pendorong alat tanam ini dari penelitian hingga pembuatan menghabiskan waktu kurang lebih selama 3 bulan. Mesin ini menggunakan roda rantai dengan kontrol remot jarak hingga 900 m dimana alat ini memiliki panjang 900 mm, lebar 814 mm dan tinggi 407 mm. Mesin pendorong alat tanam yang dibuat mahasiswa mesin asal Kulon Progo tersebut mampu berjalan dengan variasi manuver dan mampu berputar 360o pada satu titik sumbu tetap dengan cara memutar arah roda berlawanan arah. Semua pergerakan seperti naik turun actuator (menggerakkan lengan aplikator), pergerakan manuver dan kecepatan dikendalikan dengan remote control yang tersambung dengan Arduino. Mesin tersebut memiliki kecepatan rata-rata 1,07 m/detik tanpa beban, sedangkan dengan pembebanan sebesart 23 kg mampu berjalan dengan kecepatan rata-rata 0,97 m/detik. Mesin ini menggunakan baterai sebagai sumber tenaganya dimana pada kondisi fully charged dapat digunakan selama 12 jam.

Dari rancangan dan pembuatan mesin pendorong alat tanam ini diharapkan dapat mempercepat proses penaburan benih jagung/kedelai dibandingkan dengan proses manual seperti penugalan atau dengan alat aplikator penabur manual lainnya. Selain itu kerapihan dan kelurusan  dari hasil penaburan juga lebih terjaga. Dalam penggunaannya, aplikator yang sudah tersedia secara komersial di pasar dipasang pada lengan yang beraktuator di bagian depan mesin ini.  pengembangan alat yang jauh lebih bagus penyempurnaannya dan dapat berlanjut dengan inovasi dan modifikasi sesuai dengan kebutuhan serta diharapkan mampu memberikan manfaat bagi individu maupun organisasi yang membutuhkan terutama dalam sektor pertanian.