Pak Romadhoni Romadhoni Syahputra (Foto: inset kiri) dalam ujian terbuka promosi Doktor

.

Dalam sistem tenaga listrik, kerugian daya terbesar terdapat pada jaring distribusi. Kerugian daya jaring distribusi dapat disebabkan oleh konfigurasi jaring yang belum optimal. Sementara itu dalam sistem distribusi dewasa ini semakin dinamis dengan kehadiran pembangkit tersebar (DG) khususnya pembangkit listrik tenaga angin, seiring usaha pemerintah menyediakan energi listrik dari sumber-sumber energi terbarukan.

Hal itu dikemukakan Dosen Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Ramadoni Syahputra, dalam ujian terbuka promosi doktor di Ruang sidang utama, Gedung AJ Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Institut Teknlogi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jumat (12/06). Bertindak selaku promotor Prof. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng., Ph.D. dan Co-Promotor Prof. Dr.Eng. Ir. Imam Robandi, M.T.

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk melakukan optimisasi konfigurasi jaring distribusi menggunakan algoritma particle swarm optimization (PSO) termodifikasi. Kontribusi penelitian ini adalah menghasilkan desain optimisasi multi-objektif menggunakan algoritma PSO termodifikasi untuk rekonfigurasi jaring distribusi dan pemodelan sistem distribusi dengan integrasi DG dinamis. Dinamika DG adalah perubahan daya keluaran DG yang tergantung kepada laju angin setiap jam dalam sehari. Optimisasi konfigurasi diterapkan pada kasus uji sistem distribusi IEEE 33 bus dan sistem distribusi PLN UPJ Bantul. Optimisasi konfigurasi berhasil meningkatkan performa sistem distribusi. Kerugian daya jaring distribusi IEEE 33 bus PLN UPJ Bantul pasca rekonfigurasi berhasil direduksi menjadi masing-masing 36,26% dan 26,64%.