Pembentukan profesi Teknik Mesin

Wakil Dekan I FT UMY (kanan) menyerahkan cinderamata kepada ketua komisi BNSP (kiri)

 

Dalam menghadapi ASEAN ECONOMY COMMUNITY 2015, Indonesia memerlukan ketersediaan sumber daya manusia yang handal dan berdaya saing tinggi. Terkait dengan hal tersebut Fakultas Teknik UMY memiliki peranan strategis dalam penyiapan tenaga kerja yang professional, handal dan siap kerja. Bekal sertifikat kompetensi dalam beberapa bidang tertentu juga akan mendukung peningkatan daya saing lulusan di pasar kerja. Oleh karena itu sebagai langkah awal untuk mewadahi kegiatan sertifikasi profesi bagi mahasiswa / peserta didik, Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta memperkenalkan Lembaga Sertifikasi Pihak (LSP) yang didampingi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) pada Sabtu (10/10).
Kegiatan ini berupa Focus Group Discussion sebagai awal untuk mendapatkan pemahaman yang sama tentang LSP dan memetakan kebutuhan sertifikasi yang ada di Fakultas Teknik UMY. Dalam FGD pada Sabtu (10/10) melibatkan tenaga pengajar Fakultas Teknik UMY dengan narasumber dari Ketua Komisi Sertifikasi BNSP, Ir. Drs. Asrizal Tatang. Dalam presentasinya, Ir. Drs. Asrizal Tatang memaparkan tentang prosedur dan mekanisme pendirian LSP di Perguruan Tinggi dan juga memberikan tanggapan serta saran terhadap rancangan LSP Teknik Mesin UMY. Focus Group Discussion ini membahas tentang tujuan, target luaran, mekanisme pelaksanaan pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi di Fakultas Teknik UMY.
Selain itu, LSP tersebut didirikan untuk merespon kemajuan dan kemandirian industri untuk memfasilitasi pemenuhan tuntutan pasar global. Hal ini sangat bermanfaat untuk penjaminan kualitas dan peningkatan daya saing lulusan di pasar kerja, terutama lulusan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Hasil dari FGD akan dilanjutkan dengan langkah persiapan sesuai mekanisme pelaksanaan dengan target lisensi LSP pada bulan Januari 2016. (Anya)