dmss-hadirkan pakar

 

Prof. Masaharu Fujita menyampaikan seminar “Large Scale Sediment Disasters and Countermeasure” (08/12)

 

Indonesia merupakan salah satu negara yang berpotensi rawan bencana, baik bencana gunung meletus, gempa bumi maupun tsunami. Sebagai kelanjutan tanggap darurat Merapi, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengadakan  program pemulihan dini, salah satunya yaitu Disaster Management Summer School Seminar dengan tema “Caring The World” yang diadakan pada tanggal 10 Agustus sampai 19 Agustus 2015.

Tujuan dari program pemulihan ini adalah untuk membangun sebuah masyarakat yang responsif dan mandiri dalam penanggulangan bencana, sehingga Indonesia menjadi Negara yang tanggap bencana, salah satunya terhadap ancaman letusan Merapi, kemudian dapat mengelola bencana berbasis masyarakat meliputi kesiapan, evakuasi, dan pemulihan.

Acara ini menghadirkan pakar-pakar penanggulangan bencana baik dari dalam negeri maupun luar negeri seperti, Dr. Surono (Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi-Indonesia), Prof.Dr. Ir. Djoko Legono (Universitas Gadjah Mada-Indonesia), Dr.Daizo Tsutsumi (Institut Penelitian Pencegahan Bencana, Kyoto University-Jepang), Prof. Masaharu Fujita (Kyoto University-Japan),Stephane Rayneir (Medicine San Frontieres-International NGO), Dr.Yu- Shiu Chen (National Cheng Kung University- Taiwan), dan Dr. Tsusuke Miyata (Kyoto University- Japan).

Presentasi pembuka pada tanggal 11 Agustus 2015 dilakukan oleh Dr. Surono dengan topik “Preparing and Responding to Disaster”. Dalam presentasinya, Dr. Surono menekankan bahwa bantuan yang sangat dibutuhkan bagi daerah  terkena bencana berupa pengetahuan penyelamatan nyawa manusia. Ia menambahkan bahwa Indonesia juga telah bekerja sama dengan satelit Himawari milik Jepang yang dapat mengidentifikasi kemana distribusi abu dari gunung meletus, sehingga pengetahuan arah abu dapat secara dini diketahui. Selanjutnya pada tanggal 12 Agustus 2015, Prof. Masaharu Fujita (Kyoto University-Japan ) memberikan seminar dengan topik. “Large Scale Sediment Disaster and Countermeasure”. Dari presentasinya, peserta DMSS belajar penanggulangan bencana dari Jepang dimana Jepang merupakan negara dengan reputasi penanganan bencana bagus, khususnya bencana sedimen.  Sejak tahun 2011 Jepang telah mengalami beberapa bencana  secara berturut-turut. Rangkaian acara ini akan ditutup pada tanggal 18 Agustus 2015. (Anya)