pelatihan-asesor-1a

Insinyur atau pekerja konstruksi di Indonesia yang sudah bersertifikat keahlian ternyata masih sedikit. Dari 7,3 juta orang yang bekerja di bidang konstruksi, hanya 6,55% yang mengantongi sertifikat keahlian. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan 10% insinyur atau pekerja konstruksi di Indonesia memiliki sertifikat keahlian pada lima tahun mendatang.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh RM. Dudi Suryo Bintoro, Direktur Kerjasama dan Pemberdayaan (KSP) PUPR RI, dalam acara Pembukaan Pelatihan Bimbingan Teknis dan Uji Kompetensi Asessor serta Penandatanganan MoU antara Kementerian PUPR RI dengan Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Acara tersebut diselenggarakan selama lima hari sejak Selasa (11/10) hingga Sabtu (15/10), di Hotel Arjuna, Yogyakarta.

Dudi menyampaikan jika pekerja konstruksi di Indonesia harus memiliki sertifikat keahlian sebagaimana yang telah diatur dalam Undang-Undang. Jika para pekerja konstruksi tersebut tidak memiliki sertifikat keahlian maka akan dikenakan sanksi administratif bahkan hingga sanksi berupa pemberhentian projek.

“Untuk mewujudkan target 10% insinyur bersertifikat tersebut tidak bisa kami lakukan sendiri. Karena itu, kami menggandeng beberapa institusi dan lembaga untuk membantu kami dalam mewujudkan target tersebut. Salah satunya yakni dengan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah,” katanya.

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah bisa menjadi salah satu mitra strategis mereka dalam bekerjasama meningkatkan jumlah pekerja konstruksi bersertifikasi. Karena menurutnya, Diktilitbang PP Muhammadiyah menaungi 24 Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang memiliki program studi Teknik Sipil, dua PTM diantaranya bahkan menyumbangkan jumlah mahasiswa yang cukup banyak yakni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Workshop dan uji Kompetensi sebagai Assesor  ini dilaksanakan dalam tiga batch, batch 1 dan 2 dilaksanaakan di Yogyakarta dimana Fakultas Teknik UMY mengirimkan 4 dosen Teknik Sipil dan 4 dosen Teknik Mesin, sedangkan batch 3 dilaksanakan di Surabaya dimana 1 dosen Teknik Mesin dikirim sebagai pesertanya. Diharapkan dengan mengikuti kegiatan ini dosen-dosen Fakultas Teknik dapat menjadi assesor kompetensi di bidang konstruksi dan dapat membuka  Tempat Uji Kompetensi di Fakultas Teknik UMY.