Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyelenggarakan International Guest Lecture bersama Kyoto University pada hari Kamis, tanggal 30 November 2017. International Guest Lecture ini dilaksanakan di ruang Stadium General, Gedung F3 Fakultas Teknik UMY. Acara ini dimulai setelah penandatanganan Momerandum of Understanding (MoU) antara FT UMY dan Faculty Engineering, Kyoto University.

International Guest Lecture ini menarik minat para mahasiswa Fakultas Teknik UMY khususnya mahasiswa Prodi Teknik Sipil. Agenda ini mengangkat tema “River, Sediment, Slopeland, and Disaster Management”, tingginya antusias dari para mahasiswa dapat dilihat dari jumlah mahasiswa yang hadir, terdapat 119 mahasiswa yang hadir pada acara International Guest Lecture pada kali ini. Para mahasiswa yang hadir pun berasal dari berbagai angkatan, baik angkatan 2015 hingga mahasiswa baru angkatan 2017 turut hadir dan belajar bersama mengenai bagaimana Jepang menanggulangi bencana alam di negaranya.

Acara International Guest Lecture ini berlangsung cukup menarik, Professor Masaharu Fujita selaku pemberi materi juga memberikan contoh-contoh bencana alam yang terjadi di Jepang, bagaimana proses terjadinya bencana dan bagaimana penanggulangan bencana tersebut. Professor Masaharu Fujita juga menyampaikan bahwasanya dampak alam yang besar di Jepang disebabkan oleh curah hujan yang besar, gempa bumi dan erupsi vulkanik.

Professor Masaharu juga menyampaikan bahwa Angin Topan TALAS yang terjadi di Kii Peninsula salah satu pulau di Jepang khususnya di wilayah Kazeya pada tahun 2011 menyebabkan hujan deras dan tingginya jumlah curah hujan, akibatnya terjadi lebih 60 tanah longsor, bendungan tanah longsor, puing-puing besar berjatuhan dan terjadi banjir yang sangat tinggi di area tersebut.

Prof Masaharu juga menyampaikan bahwa di Jepang terdapat sistem peringatan untuk bencana sedimen, yang dapat memprediksi bencana berdasarkan data pemantauan curah hujan. Informasi atau peringatan bencana yang terdapat di Jepang tentunya dapat membantu warganya  melakukan evakuasi dengan lebih cepat dan lebih baik.

Setelah penyampaian materi oleh Professor Masaharu Fujita, sesi tanya jawab antar mahasiswa dan Prof. Masaharu Fujita pun dilakukan, beberapa mahasiswa mengajukan pertanyaan tentang bagaimana sistem peringatan bencana yang terjadi di Jepang dan pada akhir acara juga terdapat pemberian cinderamata dari FT UMY kepada Kyoto University.