Himpunan Mahasiswa Tekik Mesin (HMM) UMY kembali menyelenggarakan rangkaian acara “Mesin Vaganza”. Dalam rangka mensosialisasikan dan memberikan wawasan tentang peran Insinyur di Indonesia, Pada Minggu (26/03/17) HMM UMY menyelenggarakan Seminar Nasional dan Etika Rekayasa dengan mengangkat tema “Masalah Bangsa adalah Inspirasi Insinyur” bertempat di Gedung Ar. Fachruddin B lantai 5. Acara ini dibuka oleh Wakil Dekan Fakultas Teknik bidang Kemahasiswaan, Slamet Riyadi, S.T., Msc., Ph.D .

Acara dimulai dan dimeriahkan perform ceremony Tari Golek Kenyo Tinembe dari UKM Sentakamudya UMY. Fasilitas yang diterima oleh peserta seminar antara lain sertifikat Seminar Nasional yang dibagikan di akhir acara, snack dan beberapa doorprize untuk dibagikan.

Seminar yang dihadiri 216 peserta ini menghadirkan pembicara Ir. Akhmad Suraji, M.T., Ph.D. yang merupakan Ketua Persatuan Insinyur Indonesia wilayah Yogyakarta. Beliau menyatakan bahwa peran insinyur sangat penting dalam kemajuan insfrastruktur suatu bangsa. “Melihat semakin tingginya jangkauan globalisasi ini, tidak mungkin jika engineer-engineer muda yang saat ini ada itu hanya mendasarkan dirinya pada apa yang sudah didapatkan dari bangku kuliah. Karena itu tidak akan cukup untuk membuatnya mampu bersaing dengan engineer-engineer dari negara lain. Untuk itulah kenapa engineer-engineer muda yang inovatif dan kreatif itu sangat penting menjadi calon insinyur-isinyur muda yang dibutuhkan bangsa untuk mrnyelesaikan berbagai permasalahan bangsa,” tambahnya.

Pemateri kedua, Ahmad Yuniarto adalah Founder and Chairman at Biru Peduli Foundation menjelaskan mengenai peran insinyur “Seorang insinyur adalah seorang praktisi profesional yang mampu menerapkan pengetahuan ilmiah, matematika, dan kecerdikan untuk menyeimbangkan pertimbangan sosial, lingkungan dan ekonomi agar menemukan solusi terbaik untuk masalah yang komplek”. “Engineer perlu memiliki kemampuan yang luas, keunggulan dan kompetitif, sehingga memiliki daya saing yang tinggi dalam memasuki lingkungan kerja global,” ungkapnya.

Sementara itu Aufa Rosihan N, selaku ketua acara dalam seminar nasional ini menambahkan tujuan diselenggarakanya seminar ini adalah ingin memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang peran insinyur serta ingin membahas dan mengupas permasalahan bangsa dengan solusi dari insinyur.

“Seminar ini diharapkan dapat menjawab pertanyaan teman-teman, yang mempertanyakan apa yang harus disiapkan oleh seorang engineer. Dan seperti apa yang harus dibangun oleh seorang engineer untuk menjadi isinyur muda dalam menghadapi permasalahan bangsa saat ini,” tutupnya. (junda)